Seorang siswi SMAN 1 Tukdana mendapat penanganan medis di Puskesmas Tukdana. (foto/red/Riyan).
Indramayu, Site – Sebanyak 143 siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala 2.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, dari 143 siswa yang terdampak, delapan siswa sempat menjalani perawatan di puskesmas, tujuh di antaranya telah diperbolehkan pulang. Sebanyak 41 siswa menjalani rawat jalan, sedangkan lima siswa lainnya dirujuk ke RSUD Indramayu. Dari lima siswa yang dirujuk, tiga di antaranya telah diperbolehkan pulang.
Surveilans Dinkes Kabupaten Indramayu, Yandi, menyampaikan hasil investigasi awal mengarah pada dugaan ayam tepung sebagai pemicu kejadian tersebut. Meski demikian, dugaan itu belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Benar adanya kejadian terduga keracunan dari MBG. Dugaan sementara dari ayam tepung,” ujar Yandi usai melakukan investigasi di Dapur SPPG Kerticala 2, Selasa (6/10/2026).
Untuk memastikan dugaan tersebut, Dinkes Kabupaten Indramayu melakukan pemeriksaan lapangan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), puskesmas, serta tim kesehatan lingkungan. Pemeriksaan dilakukan di sekolah dan SPPG Kerticala 2, termasuk mengecek kondisi lingkungan, sarana dan prasarana, serta mewawancarai petugas yang terlibat dalam penyediaan makanan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Indramayu, Sri Anugraeni, mengatakan sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
“Sudah diambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Insyaallah akan segera dilaksanakan pemeriksaannya. Kita belum mendapatkan hasil untuk sampel sendiri karena perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Dugaan terhadap menu ayam juga muncul dari pihak sekolah. Humas SMAN 1 Tukdana, Warsa, menerangkan pihak sekolah sempat menerima laporan dari siswa mengenai aroma tidak sedap pada ayam saat makanan MBG dibagikan.
Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak penyedia makanan. Ayam yang dilaporkan berbau langsung diganti, tetapi sejumlah siswa telah lebih dahulu mengonsumsinya. Setelah itu, beberapa siswa mulai mengeluhkan mual dan mendapat penanganan di sejumlah puskesmas.
“Ya langsung ditindaklanjuti itu dengan mengganti tadi yang ayam-ayam, satu baskom,” terang Warsa.
Warsa menuturkan, pendataan siswa yang mengalami keluhan sempat berubah karena beberapa siswa yang sebelumnya tidak mengalami gejala kemudian mengalami keluhan dan mendapat penanganan medis.
Sementara itu, Wakil Mitra SPPG Kerticala 2, Hakim, menyatakan pihaknya akan bertanggung jawab terhadap siswa yang terdampak. Pihak mitra juga akan mengganti biaya pengobatan siswa yang menjalani pengobatan menggunakan biaya pribadi karena tidak memiliki asuransi atau BPJS.
“Insyaallah kami bertanggung jawab atas itu. Adapun siswa-siswi yang kemarin berobat dengan biaya pribadi karena tidak memiliki asuransi atau BPJS, insyaallah kami ganti biaya berobat tersebut,” tuturnya.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil Dinkes Kabupaten Indramayu. Sementara itu, dapur SPPG Kerticala 2 ditutup sementara dan tidak beroperasi selama proses pemeriksaan berlangsung. (Riyan/red).












