Warga penerima manfaat menerima bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 saat penyaluran bantuan di Desa Lobener Lor. (foto/red/IS).
Indramayu, Site – Sebanyak 317.133 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mulai menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per keluarga. Bantuan tersebut merupakan alokasi Juli hingga September 2026 yang disalurkan pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan nasional melalui berbagai sistem pemantauan yang melibatkan sejumlah lembaga, termasuk Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Pangan Nasional.
Menurut Hanif, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga, salah satunya dengan memastikan ketersediaan stok beras di gudang Perum Bulog dan cadangan pangan pemerintah daerah.
“Kalau terjadi fluktuasi harga dan ada indikasi harga bergerak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah akan melakukan evaluasi dan intervensi. Di antaranya melalui bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, hingga penguatan warung pangan oleh ID Food,” kata Hanif saat meninjau penyaluran bantuan beras di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Kamis (20/8/2026).
Hanif menegaskan, upaya menjaga stabilitas pangan nasional bukan pekerjaan mudah mengingat Indonesia memiliki lebih dari 288 juta penduduk yang tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik berbeda-beda.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah turut aktif memantau ketersediaan dan keterjangkauan pangan di wilayah masing-masing. Menurutnya, daerah tidak bisa hanya mengandalkan stok yang tersedia di pasar, tetapi juga harus menghitung kebutuhan masyarakat dan menyiapkan cadangan pangan yang memadai.
“Semua kebutuhan masyarakat harus dicek. Di pasar ada berapa, di Bulog ada berapa, lalu kita harus mencadangkan lagi berapa. Upaya membangun ketahanan pangan ini menjadi sangat penting,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Apip Wijaya, memastikan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman. Ia menyebutkan, serapan beras dari petani lokal Indramayu bahkan telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog dari hasil pengadaan dalam negeri, hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 100 persen dari target 174.000 ton setara beras,” ujar Apip.
Ia menyatakan, ketersediaan beras dipastikan cukup hingga musim panen berikutnya dan siap digunakan untuk berbagai program stabilisasi harga maupun bantuan pangan pemerintah.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Casnitem (39), mengaku bantuan beras 30 kilogram sangat membantu meringankan kebutuhan rumah tangganya di tengah kenaikan harga beras di pasaran.
“Alhamdulillah sangat membantu. Harga beras sekarang sekitar Rp14.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Dengan bantuan ini kami jadi tidak perlu membeli beras untuk sementara waktu,” ungkapnya.
Casnitem berharap program bantuan pangan beras dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.
Penyaluran bantuan pangan beras di Indramayu menjadi bagian dari program nasional pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan pokok tetap terjangkau di tengah dinamika harga yang terjadi di berbagai daerah. (Riyan/red).












