Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

80 Hektare Sawah di Indramayu Kekeringan, Damkar Turun Tangan

badge-check


					80 Hektare Sawah di Indramayu Kekeringan, Damkar Turun Tangan Perbesar

Petani bersama petugas Damkar membuat jalur pengairan baru di bawah gorong-gorong menggunakan semprotan air untuk mengatasi kekeringan yang mengancam 80 hektare sawah. (foto/red/IS)

Indramayu, Site – Sejumlah petani di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk membuka akses aliran irigasi demi menyelamatkan sekitar 80 hektare sawah yang terancam kekeringan pada musim kemarau.

Hal itu dilakukan karena saat musim kemarau debit air irigasi menurun, sementara posisi gorong-gorong yang lebih tinggi dari permukaan saluran membuat aliran air tidak dapat masuk ke area persawahan.

Untuk mengatasinya, petani bersama petugas Damkar membuka akses aliran air di bawah gorong-gorong dengan memanfaatkan semburan air bertekanan tinggi dari mobil pemadam untuk mengikis tanah. Setelah akses terbuka, petani memasang pipa agar air irigasi dapat mengalir ke area persawahan.

Salah seorang petani, Toto, mengatakan persoalan tersebut baru terjadi pada musim kemarau tahun ini. Menurutnya, meski air masih mengalir di saluran irigasi utama, posisinya lebih rendah dibandingkan gorong-gorong sehingga tidak dapat masuk ke lahan pertanian.

“Karena gorong-gorong ini terlalu tinggi, ketika air datang akhirnya tidak bisa masuk. Makanya petani berinisiatif membobol saluran di bawah gorong-gorong supaya meski airnya sedikit tetap bisa mengalir ke sawah,” kata Toto, Selasa (4/8/2026).

Menurut Toto, jalur pengairan tersebut menjadi akses utama yang mengaliri sekitar 80 hektare sawah di wilayah tersebut. Karena itu, para petani bergotong royong membuka jalur baru agar pasokan air irigasi tetap dapat mengaliri lahan pertanian.

“Harapan kami, air irigasi minimal bisa mengalir selama dua bulan. Kalau padi sudah mulai menguning, insyaallah tanaman akan lebih kuat. Syukur-syukur pasokan air tetap lancar sampai masa panen,” ujarnya.

Sementara itu, petugas Damkar Kabupaten Indramayu, Sujono, mengatakan pihaknya mengerahkan dua unit mobil pemadam berkapasitas masing-masing 3.000 liter untuk membantu membuka jalur pengairan di bawah gorong-gorong.

“Kami diminta bantuan oleh petani. Air bertekanan tinggi dari mobil Damkar digunakan untuk mengikis tanah di bawah gorong-gorong agar bisa dibuat jalur pengairan menuju sawah,” ujar Sujono.

Dengan terbukanya jalur pengairan tersebut, para petani berharap pasokan air irigasi tetap dapat mengaliri sekitar 80 hektare sawah hingga masa panen. (Riyan/red).

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Bukan Sekadar Karnaval, Sedekah Bumi Sudimampir Lor 2026 Menjadi Ruang Syukur, Silaturahmi dan Gotong Royong

26 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Trending di Desa