Warga menunggu koin yang dilempar pengendara di bahu jalan kawasan Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, (foto/rian/IS)
Indramayu, Site – Tradisi warga mengais uang koin di kawasan Jembatan Sewo kembali terlihat menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Aktivitas yang sudah berlangsung lama di jalur Pantura tersebut dinilai berbahaya karena warga harus berlari ke tengah jalan yang dipadati kendaraan hanya untuk memungut koin yang dilempar para pengendara.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Rabu (11/3/2026), puluhan warga terlihat berjajar di bahu jalan sambil membawa sapu yang terbuat dari ranting pohon.
Mereka menunggu kendaraan melintas, lalu bergegas menuju badan jalan saat pengendara melemparkan uang koin.
Aksi tersebut kerap membuat pengendara harus mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan dengan warga yang tiba-tiba berlari mengambil koin di tengah arus lalu lintas.
Meski berisiko tinggi, sebagian warga tetap melakukan aktivitas tersebut karena menjadi salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan harian.
Salah seorang penyapu koin, Tarwen, mengaku sebenarnya merasa takut melakukan aktivitas berbahaya tersebut. Namun kondisi ekonomi membuatnya tetap nekat turun ke jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Takut sih takut sebenarnya mah, tapi mau gimana. Namanya juga saya sudah tua, apalagi sudah tidak punya suami. Buat ngasih makan cucu juga, karena bapaknya sudah meninggal, jadi terpaksa kayak gini,” ujarnya.
Tarwen menuturkan, penghasilan dari menyapu koin tidak menentu. Dalam sehari ia biasanya hanya mendapatkan puluhan ribu rupiah, tergantung jumlah koin yang dilempar pengendara.
“Pendapatannya tidak tentu. Kadang sehari dapat Rp50 ribu, kadang Rp30 ribu. Kalau lagi rezeki bisa sampai Rp70 ribu,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, saat momentum arus mudik Lebaran pendapatannya bisa meningkat karena lebih banyak pengendara yang menaburkan koin di jalan.
Namun di sisi lain, para penyapu koin juga kerap diminta meninggalkan lokasi oleh aparat kepolisian karena aktivitas tersebut dianggap membahayakan.
“Kalau lagi arus mudik kadang bisa lebih dari Rp100 ribu. Tapi sering juga dikejar polisi karena disuruh pergi. Polisi juga melarang pemudik menaburkan uang dan bisa kena denda,” ujarnya.
Meski sadar risiko kecelakaan cukup besar, Tarwen mengaku tetap berusaha berhati-hati setiap kali mengambil koin di jalan.
“Kalau bahaya ya sebenarnya bahaya, tapi saya juga hati-hati. Pinginnya sih selalu diberikan keselamatan, karena sudah tua juga dan tidak bisa kerja lain,” katanya.
Dengan masih adanya aktivitas menyapu koin tersebut, para pemudik diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan Jembatan Sewo yang berada di jalur utama Pantura, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang Lebaran. (Rian/red)












