Grafik fluktuasi Lalulintas jalur Pantura di UPPKB Losarang Kabupaten Indramayu. (foto/nopianto/IS)
Indramayu, Site – Enam hari menjelang Lebaran, arus lalu lintas di jalur Pantura Indramayu dari arah Jakarta menuju Cirebon terpantau mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data volume lalu lintas harian rata-rata yang dipantau pada Minggu (15/3/2026), arus kendaraan sempat mencapai puncaknya pada Sabtu (14/3/2026) sebelum kembali mengalami penyesuaian pada hari ini.
Data dari pusat kontrol Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Losarang, Kabupaten Indramayu, menunjukkan bahwa pada 13 Maret 2026 jumlah kendaraan tercatat sebanyak 32.451 unit.
Angka tersebut kemudian melonjak sekitar 23 persen pada 14 Maret 2026 dengan total kendaraan mencapai 42.204 unit.
Sementara pada 15 Maret 2026 hingga pukul 14.00 WIB, volume kendaraan terpantau menurun menjadi 35.449 unit.
Petugas di UPPKB Losarang terus memantau pergerakan arus kendaraan untuk mengantisipasi potensi penumpukan di sejumlah titik rawan kemacetan di jalur utama Pantura tersebut.
Kepala UPPKB Losarang, Mardian Hidrayanto, S.IP., mengatakan sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling mendominasi arus lalu lintas di jalur tersebut.
Berdasarkan klasifikasi kendaraan, sepeda motor tercatat mendominasi dengan persentase sekitar 66 persen atau sebanyak 72.959 unit.
Sementara mobil pribadi tercatat sekitar 14 persen dengan jumlah 15.213 unit. Adapun kendaraan berat seperti truk dan bus serta angkutan umum mencapai sekitar 20 persen atau sekitar 8.970 unit.
“Tingginya jumlah pengguna sepeda motor memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama terkait keselamatan berkendara di jalur cepat Jakarta–Cirebon,” ujar Mardian.
Ia juga mengimbau para pengendara, khususnya pemudik roda dua, agar selalu menjaga jarak aman, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik tetap prima selama perjalanan.
Karena data yang dihimpun masih bersifat sementara hingga pukul 14.00 WIB, volume kendaraan diperkirakan masih akan terus berubah hingga malam hari.
Puncak arus kendaraan diprediksi terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. (Nopianto/red)












