Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Diduga Ada Oknum Memalsukan Surat, Pemdes Jangga Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Edaran THR Linmas

badge-check


					Diduga Ada Oknum Memalsukan Surat, Pemdes Jangga Tegaskan Tak Pernah Keluarkan Edaran THR Linmas Perbesar

Kolase Kantor Desa Jangga dan surat permintaan THR. (foto/nopianto/IS)

Indramayu, Site – Beredarnya surat permohonan sumbangan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk anggota Linmas di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, memicu keresahan warga dan pelaku usaha setempat.

Surat yang beredar itu diduga kuat telah dimanipulasi oleh oknum tak bertanggung jawab.

Surat bernomor 140/594/Sekr tersebut ditujukan kepada para pemilik toko di wilayah Desa Jangga.

Dalam isinya, disebutkan bahwa permohonan sumbangan dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja keamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan nominal sumbangan bersifat sukarela.

Namun, sejumlah kejanggalan ditemukan pada dokumen yang beredar. Salah satunya adalah adanya coretan pada bagian tahun di kolom penanggalan, yang memunculkan dugaan bahwa surat tersebut bukan dokumen resmi yang baru diterbitkan.

Kuwu Desa Jangga, Nedi Prasetyo, menegaskan bahwa Pemerintah Desa Jangga tidak pernah mengeluarkan surat edaran terkait permintaan sumbangan THR kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kami tidak pernah mengeluarkan edaran permohonan sumbangan THR. Surat yang beredar itu bukan dari kami,” ujar Nedi saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Menurut dia, surat tersebut diduga merupakan dokumen lama yang kemudian disalahgunakan dengan cara mengubah bagian tertentu, termasuk tahun penerbitan, untuk kepentingan pribadi.

Pemerintah desa pun menduga adanya oknum yang sengaja memanfaatkan momentum menjelang Lebaran untuk meraup keuntungan dengan mengatasnamakan institusi resmi.

Saat ini, pihak Pemdes Jangga tengah melakukan penelusuran guna mengungkap pelaku di balik penyebaran surat tersebut.

Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk permintaan sumbangan yang mencurigakan.

“Jika ada yang datang membawa surat serupa dan mengatasnamakan Pemdes, segera laporkan kepada kami,” kata Nedi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha di Kabupaten Indramayu, agar lebih berhati-hati terhadap potensi pungutan liar yang kerap muncul menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Nopianto/red)

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Prabowo Salurkan 220 Becak Listrik untuk Lansia di Indramayu

25 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Trending di Indramayu