Anggota DPRD Indramayu Fraksi Partai Golkar, Abdul Rojak. (foto/red/IS)
Indramayu, Site – Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Abdul Rojak, menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna yang digelar pada Jumat (27/3/2026), dengan menyoroti persoalan kekosongan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Dalam forum resmi tersebut, legislator dari Partai Golkar itu menegaskan bahwa banyaknya jabatan yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dinilai berdampak terhadap pelayanan publik dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Yang saya hormati hadirin di forum yang terhormat ini, saya ingin mengungkapkan, mumpung bertemu dengan Pak Sekda, mudah-mudahan dapat dilaporkan kepada Pak Bupati terkait hal urgen yang saat ini terjadi di Indramayu,” ujar Rojak.
Ia menjelaskan, kekosongan pejabat di sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah telah berlangsung cukup lama.
Kondisi tersebut membuat banyak jabatan diisi oleh Plt yang dinilai kurang optimal dalam menjalankan fungsi pemerintahan.
“Hal ini bukan terjadi sehari, dua hari, seminggu atau dua minggu, bahkan di pos-pos strategis juga masih banyak diisi oleh Plt. Ini tentu berdampak pada pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Rojak pun berharap persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Sekretaris Daerah, agar segera disampaikan kepada Bupati Indramayu untuk dilakukan percepatan pengisian jabatan definitif.
Ia juga menekankan bahwa rapat paripurna kali ini merupakan momentum penting, terlebih sebagai forum pertama pasca Idul Fitri, sehingga diharapkan dapat menjadi titik awal perbaikan tata kelola pemerintahan di daerah.
“Semoga ini menjadi catatan penting di forum pertama pasca Idul Fitri ini,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait interupsi yang disampaikan dalam rapat tersebut. (Zis/red)












