Pimpinan Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni (kanan), bersama jajaran dan unsur pemerintah meninjau gudang Bulog, di Pekandangan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (foto/riyan/IS)
Indramayu, Site – Perum Bulog Cabang Indramayu memastikan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat dilakukan secara transparan melalui pemerintah desa dengan mengacu pada data penerima dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Pimpinan Perum Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, mengatakan penggunaan data Kemensos menjadi dasar utama agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.
“Untuk data penerima bantuan pangan masih menggunakan data dari Kemensos. Namun apabila dalam pelaksanaannya terdapat nama yang sudah tidak ada, maka menjadi kewenangan pemerintah desa setempat untuk melakukan penggantian,” katanya, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, pelibatan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam memastikan proses penyaluran berjalan lancar sekaligus menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok,” terangnya.
Di sisi lain, Sri Wahyuni menyampaikan, sebanyak 314.129 warga Kabupaten Indramayu tercatat sebagai penerima bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026.
“Berdasarkan data Kemensos, khususnya di Kecamatan Kedokan Bunder, jumlah penerima mencapai 8.260 keluarga penerima manfaat, dengan total distribusi 165.200 kilogram beras dan 33.040 liter minyak goreng,” ujarnya.
Sir Wahyuni menuturkan, bantuan pangan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng untuk membantu masyarakat rawan pangan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Setiap penerima mendapatkan beras 20 kilogram untuk dua bulan sekaligus, serta minyak goreng total 4 liter,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Sri Wahyuni menambahkan, total beras yang disalurkan mencapai 6.282.580 kilogram atau sekitar 6.282 ton, sementara distribusi minyak goreng mencapai 1.256.516 liter. (Riyan/red)












