Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Monthly Grand Safety Talk

badge-check


					Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Monthly Grand Safety Talk Perbesar

Karyawan PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan mengikuti Monthly Grand Safety Talk di Area Workshop Maintenance Execution Kilang Balongan. (foto/red/IS).

Indramayu, Site – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan kembali menggelar Monthly Grand Safety Talk (MoGas) periode Agustus 2026 di Area Workshop Maintenance Execution Kilang Balongan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menjaga keandalan operasional kilang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), khususnya mengenai pentingnya penggunaan kacamata keselamatan atau safety glasses sebagai alat pelindung diri (APD) saat bekerja di area kilang.

Dalam sesi tersebut, tim peraga menampilkan simulasi berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam organ penglihatan, mulai dari benturan benda tajam, kejatuhan material keras, hingga paparan semprotan cat dan cairan kimia berbahaya. Simulasi itu menunjukkan perbedaan perlindungan antara mata yang menggunakan kacamata keselamatan dan yang tidak terlindungi.

Manager Engineering & Development RU Balongan, Wahyu Agus Susanto, mengatakan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja. Menurut dia, terdapat tiga pelajaran penting yang perlu menjadi pedoman seluruh pekerja, yakni tidak menormalisasi kondisi tidak aman, meningkatkan situational awareness, serta menerapkan CLSR dan Stop Work Authority (SWA).

“Tidak ada target operasi yang lebih penting daripada keselamatan. Kegiatan MoGas hari ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam menerapkan CLSR secara konsisten di setiap aktivitas kerja,” kata Wahyu.

Sementara itu, Manager Produksi I RU Balongan, Ari Wicaksono, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh aturan keselamatan di area berisiko tinggi, termasuk larangan penggunaan perangkat elektronik yang tidak terotorisasi di lingkungan kilang.

Menurut Ari, peralatan elektronik yang tidak memenuhi standar berpotensi menjadi sumber penyalaan (ignition source) di area dengan atmosfer mudah terbakar sehingga dapat memicu insiden.

“Kilang merupakan area dengan potensi bahaya tinggi, sehingga seluruh ketentuan yang berlaku bukan bertujuan untuk mempersulit pekerja, melainkan menjadi benteng pertahanan dalam mencegah terjadinya insiden,” terangnya.

Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan bahwa seluruh pekerja dan kontraktor memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keandalan operasi dan budaya keselamatan kerja di lingkungan kilang.

Ia menegaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aspek keselamatan, kepedulian terhadap sesama pekerja, serta pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan secara terencana guna memastikan seluruh peralatan operasional berada dalam kondisi andal.

“Sebagai perusahaan dengan tingkat risiko tinggi, kita memikul tanggung jawab yang sangat besar. Tanggung jawab tersebut dapat kita wujudkan melalui kepatuhan total terhadap aspek keselamatan, kepedulian terhadap sesama rekan kerja, serta pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan terencana demi memastikan seluruh peralatan operasional berada dalam kondisi handal dan certified,” tegasnya.

Yulianto menambahkan keselamatan kerja bukan sekadar pemenuhan prosedur, melainkan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pekerja dan mitra kerja. Karena itu, seluruh fungsi operasional diminta memperkuat pengawasan, meningkatkan kompetensi, serta memastikan setiap aktivitas kritis berjalan sesuai standar keselamatan demi mewujudkan operasional kilang yang aman, andal, dan zero accident. (Riyan/red).

Baca Lainnya

Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu

6 November 2026 - 16:08 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional

5 November 2026 - 19:35 WIB

Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua

4 November 2026 - 15:10 WIB

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trending di Indramayu