Tri Atini berbincang dengan Bripka Rusmanto yang memberikan pendampingan kepadanya. (foto/red/IS).
Indramayu, Site – Tri Atini, mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan akibat penyakit ginjal kronis stadium akhir. Kondisi tersebut sempat membuat aktivitasnya terbatas hingga harus dibantu orang lain untuk berjalan.
Tri sebelumnya bekerja di Taiwan. Namun, karena kondisi kesehatannya terus memburuk, ia dipulangkan oleh majikannya ke Indonesia.
Menurut keterangan Tri, ia didiagnosis mengalami chronic kidney disease end stage on HD atau penyakit ginjal kronis stadium akhir yang membutuhkan hemodialisis. Kondisinya juga disertai hipertensi, anemia renal, gastritis, asites, hingga asma bronkial akut.
Di tengah kondisi tersebut, Tri kemudian mendapat pendampingan dari Bripka Rusmanto, anggota Polri yang berdinas di Polsek Kota Indramayu. Pendampingan dilakukan di luar jam kedinasan berupa penguatan mental, dukungan batin, arahan, dan doa, dengan tetap menjalani pengobatan medis.
“Pertama kali beliau (Bripka Rusmanto) datang, saya masih lemas banget dan harus dibantu untuk berjalan,” ungkap Tri, Rabu (2/9/2026).
Seiring berjalannya waktu, Tri kembali beraktivitas secara mandiri. Ia kini mampu berkendara sendiri dan mulai menjalankan usaha untuk mendapatkan penghasilan.
Tri berjualan kue serta menerima jasa titip barang dari luar negeri. Aktivitas tersebut membuatnya kembali produktif meski tetap harus menjalani cuci darah secara rutin.
“Saya jalani dengan bahagia saja, Mas. Sekarang saya sudah bisa jalan-jalan sendiri, bahkan punya penghasilan,” ujar Tri.
Bripka Rusmanto mengatakan pendampingan yang diberikannya bukan untuk menggantikan pengobatan medis. Menurutnya, dukungan mental dan spiritual diberikan sebagai pelengkap selama Tri menjalani proses pengobatan.
“Tugas negara tetap nomor satu. Saya hanya membantu memperkuat mental dan spiritual di luar jam dinas, karena tekanan batin sering kali memperberat kondisi pasien,” kata Rusmanto.
Rusmanto berharap dukungan yang diberikan dapat membantu Tri tetap memiliki motivasi dalam menjalani pengobatan dan aktivitas sehari-hari.
Kendati masih harus menjalani cuci darah secara rutin, Tri kini berusaha menjalani kehidupannya dengan lebih mandiri. Ia juga terus mengembangkan usaha yang dijalankannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai pendampingan seperti yang dijalani Tri, dapat menghubungi Selamet Hidayat di nomor 0838-1601-4440. (Riyan/red).












