Sejumlah pejabat melakukan penanaman jagung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar. (foto/red/IS)
Indramayu, Site – Kabupaten Indramayu menjadi titik pusat penanaman jagung serentak yang digarap Polda Jawa Barat. Dari total target penanaman seluas 134 hektare di berbagai wilayah Jawa Barat, sebanyak 34 hektare berada di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar. Dari luasan tersebut, 20 hektare di antaranya sudah mulai dikerjakan.
Indramayu dipilih karena memiliki potensi lahan dan sumber daya yang mendukung pengembangan jagung. Wilayah ini menjadi satu dari lima daerah andalan di Jawa Barat untuk menggenjot produksi jagung nasional, didukung luas Lahan Baku Sawah (LBS), potensi lahan, serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM).
Kepala Biro SDM Polda Jawa Barat, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, potensi pengembangan jagung di Indramayu perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kita melihat bahwa potensi besar ada, termasuk di wilayah Indramayu, sehingga kita mengajak semuanya berkolaborasi. Kita dukung program dari Bapak Presiden, terutama terkait dengan penanaman jagung,” katanya.
Fadly menyampaikan, pelaksanaan penanaman di Gantar melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, kepolisian berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan kebutuhan penanaman, mulai dari pupuk, bibit, hingga lahan yang dapat digunakan.
“Jadi nanti tugasnya Pak Kapolres, dari Forkopimcam, untuk mengajak semua masyarakat. Kita sebagai fasilitator menyiapkan kebutuhan pupuk, lahan yang bisa kita pinjamkan, bibit, dan memastikan bahwa itu semua terlaksana dengan baik, hasilnya masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.
Fadly menyebut, jagung yang ditanam di Gantar diperuntukkan bagi kebutuhan pakan ternak. Salah satu varietas yang digunakan adalah Bisi 18. Jagung tersebut ditargetkan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan dengan produktivitas minimal lima ton per hektare.
“Target untuk nanti kira-kira 3 sampai 4 bulan ke depan, jadi minimal 5 ton 1 hektar targetnya kita,” jelas Fadly.
Fadly berharap penanaman jagung dapat berjalan lebih maksimal, terutama memasuki musim hujan. Menurutnya, potensi lahan di wilayah Indramayu perlu didukung dengan keterlibatan masyarakat agar pengembangan jagung dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. (Riyan/red)












