Suasana areal parkir di toko ritel modern wilayah Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. (foto/nopianto/red)
Indramayu, Site – Aspal panas jalur Pantura Indramayu kembali menjadi saksi perjalanan ribuan pemudik yang hendak kembali ke perantauan.
Di tengah deru mesin dan kepulan debu, terlihat pemandangan mencolok di sepanjang bahu jalan, yakni penuhnya kantong-kantong istirahat darurat.
Masjid-masjid besar di pinggir jalan serta area parkir toko ritel modern kini beralih fungsi menjadi “oase” bagi para pemudik.
Pantauan di lapangan menunjukkan kedua lokasi tersebut nyaris tak menyisakan ruang kosong, dipadati sepeda motor dengan muatan berlebih hingga mobil pribadi yang menepi.
Bagi para pemudik, memilih tempat istirahat bukan sekadar berhenti sejenak. Kelengkapan fasilitas menjadi pertimbangan utama, terutama bagi mereka yang membawa keluarga.
Masjid menjadi pilihan favorit karena menawarkan ketenangan untuk beribadah sekaligus area luas untuk beristirahat.
“Masjid jauh lebih nyaman untuk meluruskan kaki, apalagi saya bawa anak kecil. Anak-anak bisa istirahat dengan layak di dalam, dan toiletnya biasanya lebih banyak,” ujar Kusnanto, pemudik asal Bekasi, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, toko ritel modern menjadi pilihan bagi pemudik yang mengutamakan kepraktisan.
Ketersediaan kebutuhan instan, mulai dari minuman dingin hingga camilan, menjadi alasan utama.
“Kalau di toko ritel, lebih mudah kalau mau beli air minum atau makanan ringan untuk di jalan. Sekalian bisa istirahat sebentar di dalam,” tambahnya.
Hingga sore hari, arus lalu lintas di jalur Pantura Indramayu terpantau ramai lancar. Meski belum terjadi kemacetan total, kepadatan kendaraan mulai terasa di sejumlah titik, seperti persimpangan lampu merah dan area putar balik (u-turn).
Petugas gabungan dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait tampak bersiaga mengatur arus kendaraan agar tetap terkendali.
Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan akan terus berlangsung hingga dini hari. Para pemudik diimbau untuk tidak memaksakan diri saat kelelahan atau mengantuk, serta memanfaatkan titik-titik istirahat yang tersedia sebelum melanjutkan perjalanan. (Nopianto/red)












