Menu MBG di Posyandu Desa Ujung Pendok Jaya, Widasari, Indramayu. (foto/nopianto/IS)
Indramayu, Site – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan anak, kini justru menuai sorotan tajam.
Seorang balita berusia 2,5 tahun di Desa Ujung Pendok Jaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap paket makanan dari program tersebut.
Peristiwa ini konon terjadi bermula saat korban mengonsumsi menu buah naga yang menjadi bagian dari paket MBG di Posyandu setempat.
Menurut keterangan ayah korban, Agung, anaknya langsung mengalami gejala muntah-muntah hebat tak lama setelah mengonsumsi buah tersebut.
Setelah memakan menu MBG itu, kondisi kesehatan balita tersebut terus menurun hingga pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke RS Mitra Plumbon Widasari pada Jumat sore (23/01/2026) guna mendapatkan perawatan intensif.
”Baru selesai makan buah naga, anak saya langsung muntah-muntah. Buahnya sudah tidak layak, bahkan ada belatungnya,” ungkap Agung dengan nada kecewa, Sabtu (24/1/2026).
Insiden ini pun kemudian memicu gelombang keluhan dari warga Desa Ujung Pendok Jaya lainnya.
Selain temuan buah yang tidak higienis, warga juga melaporkan sejumlah ketidaklayakan pada menu lainnya, sayuran diduga sudah basi dan berbau, lauk pauk seperti perkedel yang terasa keras dan sulit dimakan serta roti tawar yang disajikan kering, hanya dengan bungkus kertas tanpa pelengkap.
Begitu pun dengan waktu pendistribusian makanan baru sampai ke tangan warga penerima manfaat sekitar pukul 15.00 WIB, ini juga dikhawatirkan dapat merusak kesegaran hidangan.
Menanggapi hal tersebut, awak media mencoba konfirmasi dengan pihak SPPG yang bersangkutan.
Seorang karyawan yang mengaku bernama Tri Septi dengan jabatan Asisten Lapangan (Aslap) di dapur MBG Desa Ujung Jaya, mengakui dengan adanya kelemahan dalam rantai distribusi.
Ia menyatakan bahwa pihak manajemen akan melakukan evaluasi total dan memberikan teguran keras kepada tim yang bertanggung jawab.
“Kami mengakui adanya kelalaian dari tim pendistribusian. Hal ini akan segera kami evaluasi dan kami tindak lanjuti,” ujar Tri Septi saat ditemui awak media.
Sementara itu, pihak keluarga didampingi Kepala Desa Ujung Pendok Jaya, Hajah Waelinah, konon dijadwalkan akan melakukan pertemuan klarifikasi dengan pihak mitra pelaksana dari program MBG tersebut.
Publik mendesak agar Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dan tenaga ahli gizi lebih memperketat pengawasan, termasuk kewajiban mencicipi makanan sebelum dibagikan, guna memastikan standar keamanan pangan bagi anak-anak tetap terjaga. (Nopianto/red)












