Rapat Komisi III DPRD Indramayu memanggil Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Dewan Pengawas Perumdam Tirta Dharma Ayu. (foto/red/IS)
Indramayu, Site – Polemik soal sosok Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman, kian memanas.
Tudingan sikap arogan, dugaan persoalan legalitas jabatan, hingga keikutsertaannya dalam Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Dewan Pengawas Perumdam Tirta Dharma Ayu (TDA) menuai kritik tajam.
Tokoh masyarakat Indramayu, Asmawi Day, bahkan mendesak Bupati Lucky Hakim segera melakukan evaluasi.
“Salman ini sebagai stafsus rasa Bupati. Biang kerok kegaduhan di Indramayu. Tupoksinya seharusnya urus urusan pribadi kepala daerah saja, bukan mengurusi semua tugas pemerintahan. Kan ada sekretaris daerah,” tegas Asmawi, Jumat (30/1/2025).
Sorotan publik terhadap Salman mencuat setelah namanya dikaitkan dengan tudingan arogansi serta keraguan atas kapasitas dan dasar hukum keterlibatannya dalam Tim UKK Perumdam TDA.
Polemik ini bahkan merambah ke DPRD Kabupaten Indramayu.
Dalam rapat kerja Komisi III DPRD belum lama ini, sejumlah anggota dewan mempertanyakan urgensi dan legalitas penempatan staf khusus dalam tim teknis yang menentukan jajaran pengawas BUMD.
Mereka menilai, posisi tersebut harus diisi figur dengan kompetensi yang jelas serta payung hukum yang kuat demi menjaga profesionalisme perusahaan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Indramayu, Anggi Noviah, secara terbuka mempertanyakan dasar hukum keikutsertaan Salman.
Ia menegaskan, struktur Tim UKK semestinya terdiri dari unsur perangkat daerah, unsur independen, dan/atau perwakilan perguruan tinggi sebagaimana diatur dalam regulasi, termasuk Permendagri.
“Kami mempertanyakan apa dasarnya dan bagaimana kapasitas yang bersangkutan sehingga masuk dalam tim UKK. Ini penting untuk menjaga profesionalisme BUMD kita,” ujar Anggi, pada video yang viral saat rapat Komisi 3.
Di sisi lain, Asmawi Day juga menyinggung dugaan masa berlaku SK Salman yang dinilai bermasalah.
“Diduga Salman ini SK-nya sudah tidak berlaku menurut Permendagri. Saya berharap Bupati Lucky Hakim mau mendengar aspirasi warga Indramayu. Salman segera dievaluasi,” imbuhnya.
Meski dihujani kritik, Salman tetap terlihat aktif mendampingi Bupati Lucky Hakim.
Terbaru, ia hadir saat kunjungan kerja ke Desa Cemara Kulon, Kecamatan Losarang, Kamis (29/1), untuk meninjau wilayah terdampak banjir.
Kehadirannya di tengah sorotan publik dinilai sebagai sinyal bahwa ia masih mendapat kepercayaan dari kepala daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak eksekutif maupun Salman belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan arogansi dan polemik legalitas posisinya di Tim UKK. (Nopianto/red)












