Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Empat Dekade Mengais Rezeki dari Senyum Anak-Anak: Kisah Hj Juminah Berdagang Mainan Anak di Buyut Gentong Santing Losarang

badge-check


					Empat Dekade Mengais Rezeki dari Senyum Anak-Anak: Kisah Hj Juminah Berdagang Mainan Anak di Buyut Gentong Santing Losarang Perbesar

Hj Juminah pedagang mainan anak-anak di kawasan Ki buyut gentong Losarang Kabupaten Indramayu. (foto/nopianto/IS)

Indramayu, Site – Di tengah gempuran mainan modern berbasis aplikasi, sosok Hj Juminah (72) membuktikan bahwa bisnis mainan fisik masih memiliki taji.

Selama 42 tahun, perempuan asal Arjawinangun, Kabupaten Cirebon ini setia melakoni profesinya sebagai pedagang mainan musiman yang mampu meraup omzet hingga belasan juta rupiah dalam waktu singkat.

Langkah kaki Hj Juminah di dunia perdagangan bukan kemarin sore. Ia tercatat mulai menjajakan mainan sejak tahun 1984.

Selama lebih dari empat dekade, ia konsisten hadir di tengah keramaian masyarakat, khususnya di kawasan wisata religi Ki Buyut Gentong, Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Meski usianya telah memasuki senja, semangatnya tidak pudar. Di balik lapak mainannya, tersimpan tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga yang kini telah memiliki tiga anak, sembilan cucu, dan dua cicit.

Strategi dagang Hj Juminah tergolong spesifik. Ia memanfaatkan momentum hari besar keagamaan untuk memanen rezeki.

Waktu berjualannya hanya terkonsentrasi pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Saat Idul Fitri, ia berjualan selama sepuluh hari, sedangkan saat Idul Adha selama tiga hari.

Menurut penuturan Hj Juminah, dalam kurun waktu lebih dari satu minggu berjualan pada momen Lebaran, ia mampu membukukan omzet berkisar antara Rp14 juta hingga Rp19 juta.

Angka tersebut menjadi buah dari kesabarannya dalam menjaga kualitas dagangan dan keramahan kepada pembeli.

“Berjualan itu bukan cuma cari untung, tapi juga menjaga kepercayaan. Saya sudah di sini sejak tahun 84,” ujar Hj Juminah di sela kesibukannya melayani pembeli di kawasan Ki Buyut Gentong, Jumat (20/3/2026).

Jika tidak sedang berjualan di kawasan wisata religi di Indramayu, Hj Juminah tetap aktif berdagang di tanah kelahirannya, yakni di Pasar Arjawinangun.

Konsistensinya selama 42 tahun menjadi bukti bahwa ketekunan adalah kunci utama untuk bertahan di tengah perubahan zaman.

Kisah Hj Juminah menjadi potret nyata dedikasi seorang pedagang pasar tradisional yang mampu menghidupi keluarga besar hingga lintas generasi hanya dari tumpukan mainan anak-anak. (Nopianto/red)

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Prabowo Salurkan 220 Becak Listrik untuk Lansia di Indramayu

25 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Trending di Indramayu