Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

News

Keluhan Petani Direspons, PT HK Alihkan Aliran Sungai Saradan ke Cipanas

badge-check


					Keluhan Petani Direspons, PT HK Alihkan Aliran Sungai Saradan ke Cipanas Perbesar

Proyek rehabilitasi pintu air ABC di Desa Muntur Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. (foto/nopianto/IS)

Indramayu, Site – PT Hutama Karya (HK) merespons keluhan petani dengan mengalihkan aliran Sungai Saradan langsung ke Sungai Cipanas.

Langkah ini diambil untuk mengurangi genangan air yang merendam lahan pertanian warga di sekitar proyek rehabilitasi Pintu Air ABC Sungai Saradan, Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Humas PT Hutama Karya, Ade, mengatakan pengalihan aliran dilakukan setelah petani mengeluhkan kesulitan membuang air dari sawah akibat tingginya debit air di Sungai Rengas.

Sungai tersebut saat ini dipenuhi air kiriman dari Sungai Saradan, ditambah intensitas hujan yang meningkat.

“Kisdamnya sudah dibuka. Sekarang air dari Sungai Saradan dialirkan langsung ke Sungai Cipanas agar debit di Sungai Rengas berkurang,” ujar Ade kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).

Menurut Ade, genangan yang sempat terjadi sebelumnya bukan sepenuhnya disebabkan oleh aktivitas proyek.

Ia menjelaskan, pembuangan air ke tengah area proyek dilakukan atas permintaan warga setempat.

“Kemarin air dari Saradan dibuang ke tengah memang atas permintaan warga, bukan inisiatif kami. Bahkan sebelumnya kami sudah menyampaikan potensi risikonya,” katanya.

Saat itu, lanjut Ade, para petani menyatakan memahami konsekuensi dari keputusan tersebut.

Namun, kondisi berubah seiring meningkatnya curah hujan yang menyebabkan lahan pertanian tergenang lebih lama.

“Sekarang petani kesulitan membuang air karena saluran pembuangannya penuh. Karena itu mereka meminta agar aliran Saradan langsung dialihkan ke Cipanas,” jelasnya.

Meski berisiko pada kondisi teknis proyek, HK tetap mengakomodasi permintaan tersebut.

“Risiko yang kami hadapi paling pada tanah penyangga pintu air yang bisa tergerus, tapi kami tetap melakukan pemantauan,” ungkap Ade.

Ia menegaskan, HK berkomitmen menyelesaikan proyek rehabilitasi Pintu Air ABC dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar.

Koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah desa dan instansi terkait.

“Kami selalu terbuka dan cepat menanggapi keluhan warga. Prinsipnya, proyek berjalan, masyarakat juga tidak dirugikan,” tegasnya.

Ade menambahkan, kontrak proyek rehabilitasi Pintu Air ABC dijadwalkan berakhir pada 30 Januari 2026.

Namun, tidak menutup kemungkinan dilakukan addendum kontrak apabila kondisi cuaca ekstrem terus menghambat pekerjaan.

Sebagai informasi, rehabilitasi Pintu Air ABC Sungai Saradan merupakan bagian dari upaya peningkatan sistem pengendalian banjir dan irigasi di wilayah Indramayu utara.

Infrastruktur ini berperan penting dalam pengaturan distribusi air bagi ribuan hektare lahan pertanian di Kecamatan Losarang dan sekitarnya.

Proyek tersebut berada di bawah pengawasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dengan PT Hutama Karya sebagai pelaksana. (Nopianto)

Baca Lainnya

Komunitas Jurnalis Balongan Sukses Gelar Rakerda ke-3 di Ipukan Kuningan, Ini Program Kerjanya

24 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Niat Lerai Perkelahian, Petani di Indramayu Tewas Dikeroyok dan Ditusuk

16 Oktober 2026 - 18:42 WIB

9.360 Botol Miras Dimusnahkan di Indramayu, Bupati Lucky Hakim Sebut Denda Ringan Tak Bikin Penjual Kapok

15 Oktober 2026 - 20:11 WIB

4 Tahun Jadi PMI di Taiwan, Pulang Dapati Istri Punya Dua Anak dari Pria Lain, Suami Lapor Polis

7 Oktober 2026 - 16:01 WIB

143 Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Dinkes Duga Ayam Tepung Jadi Pemicu

6 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Trending di Desa