Kios pupuk Langgen Jaya Tani Desa Manggungan Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu. (foto/nopianto/IS)
Indramayu, Site – Sikap tertutup pemilik Kios Pupuk Langgen Jaya Tani di Desa Manggungan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, memicu tanda tanya publik.
Insiden tersebut terjadi saat sejumlah awak media hendak melakukan peliputan terkait distribusi pupuk subsidi, Jumat (26/12/2025).
Alih-alih memberikan keterangan, pemilik kios justru menunjukkan sikap tidak kooperatif dan terkesan menghindari wawancara.
Respons tersebut menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan pupuk bersubsidi, yang selama ini menjadi isu sensitif di kalangan petani.
Kedatangan awak media ke lokasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk menggali informasi seputar ketersediaan stok, mekanisme penyaluran pupuk subsidi, serta menindaklanjuti keluhan petani yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Pupuk subsidi sendiri merupakan program strategis pemerintah yang didanai APBN dan berperan vital dalam menjaga ketahanan pangan.
Namun, dalam praktiknya, distribusi pupuk kerap disorot akibat dugaan penyelewengan, mulai dari penimbunan hingga penyaluran yang tidak tepat sasaran.
Situasi di kios tersebut sempat memanas ketika pemilik kios menelepon seorang pria yang mengaku sebagai kakaknya.
Pria tersebut datang dengan raut tegang dan nada tinggi, mempertanyakan kehadiran wartawan di lokasi.
Kondisi itu sempat menciptakan suasana tidak kondusif dan terkesan menghambat kerja peliputan.
Setelah awak media menunjukkan kartu identitas pers, pria tersebut akhirnya melunak dan mempersilakan wartawan melanjutkan tugasnya.
“Silakan, kalau mau tanya langsung ke pemilik kios pupuknya saja. Saya tidak tahu urusan pupuk subsidi,” ujarnya singkat.
Meski demikian, upaya awak media untuk kembali meminta keterangan kepada pemilik kios tetap tidak membuahkan hasil.
Pemilik kios memilih bungkam dan enggan menjawab pertanyaan apa pun terkait pendistribusian pupuk subsidi.
Sikap tertutup tersebut dinilai bertolak belakang dengan prinsip transparansi, terlebih kios pupuk merupakan bagian dari layanan publik yang menjalankan program pemerintah.
Ketidakterbukaan informasi justru memunculkan kecurigaan akan kemungkinan penyimpangan dalam penyaluran pupuk subsidi kepada petani.
Publik berharap distribusi pupuk subsidi dapat berjalan transparan dan akuntabel sesuai peruntukannya, guna mendukung kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional, sejalan dengan semangat pembangunan sektor pertanian yang terus digaungkan pemerintah.
Ketidakterbukaan pihak kios pupuk Langgen Jaya Tani juga memantik pertanyaan terhadap fungsi pengawasan dari instansi berwenang.
Masyarakat mendesak agar pengelolaan pupuk subsidi diawasi lebih ketat demi mencegah praktik-praktik yang berpotensi merugikan petani. (Nopianto)










