Kegiatan donor darah yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Indramayu. (foto/red/IS).
Indramayu, Site – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balongan kembali menggelar aksi donor darah bersama PMI Kabupaten Indramayu sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 5 dan 7 Agustus 2026 tersebut, Kilang Balongan berhasil mengumpulkan sebanyak 509 kantung darah. Rinciannya terdiri atas 177 kantung darah golongan O, 154 kantung darah golongan B, 130 kantung darah golongan A, dan 48 kantung darah golongan AB.
Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) PT PPN Kilang Balongan, Mochammad Arifin, mengapresiasi para pendonor yang secara sukarela berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, donor darah tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga sejalan dengan penerapan nilai HSSE Excellence dan tata nilai AKHLAK BUMN.
“Donor darah bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga wujud kepedulian kepada sesama. Selain bermanfaat bagi kesehatan pendonor, kegiatan ini juga dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa,” ujar Arifin.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Indramayu, dr H Riyanto Martomijoyo. Ia menilai konsistensi Kilang Pertamina Balongan dalam menggelar donor darah telah membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien di rumah sakit.
“Atas nama pasien, kami menyampaikan terima kasih sehingga kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit dapat terpenuhi,” kata Riyanto dalam keterangan tertulis.
Selain donor darah, kegiatan yang digelar melalui bagian Health Kilang Pertamina Balongan tersebut juga diisi dengan sosialisasi dan edukasi mengenai tuberkulosis (TBC) serta HIV/AIDS yang disampaikan dr Muhammad Eduard Dhaniaza.
Pada kesempatan yang sama, peserta juga dapat mengikuti layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan pekerja, keluarga, maupun mitra kerja Kilang Pertamina Balongan. (Riyan/red).












