Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Kurs Menguat, Pendapatan dan Kiriman Uang PMI di Indramayu Meningkat

badge-check


					Kurs Menguat, Pendapatan dan Kiriman Uang PMI di Indramayu Meningkat Perbesar

Tunjinah, PMI asal Desa Tinumpuk, Indramayu, saat ditemui di kediamannya mengaku penguatan kurs membuat nilai gaji dan kiriman uang kepada keluarganya meningkat. (foto/red/IS).

 

Indramayu, Site – Menguatnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah membawa keuntungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kenaikan kurs membuat nilai kiriman uang dari luar negeri menjadi lebih besar saat ditukarkan ke rupiah.

Kondisi tersebut dirasakan Tunjinah (30), PMI asal Desa Tinumpuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang telah bekerja di Hong Kong selama empat tahun. Saat pulang berlibur ke kampung halamannya, ia mengaku penguatan dolar Hong Kong membuat nilai uang yang dikirim kepada keluarganya ikut meningkat.

“Dulu saat mengirim 1.500 dolar Hong Kong, nilainya hanya sekitar Rp3 jutaan. Sekarang, karena kurs dolar Hong Kong terhadap rupiah naik, uang yang diterima keluarga jadi lebih besar,” ujar Tunjinah, Sabtu (23/5/2026).

Tunjinah mengatakan, dirinya rutin mengirim sekitar 1.500 dolar Hong Kong setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman. Tambahan nilai dari selisih kurs tersebut dinilai cukup membantu untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan anak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

“Tentunya sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan lainnya,” kata Tunjinah.

Tak hanya nilai kiriman uang yang meningkat, penguatan dolar Hong Kong juga membuat gaji yang diterimanya kini bernilai lebih besar saat ditukarkan ke rupiah. Saat ini Tunjinah menerima gaji sebesar 4.870 dolar Hong Kong setiap bulan.

“Kalau dulu sebelum dolar naik sekitar Rp9 juta, sekarang bisa sampai Rp11 juta perbulan,” ucapnya.

Menurut Tunjinah, kondisi nilai tukar saat ini memberikan keuntungan tersendiri bagi para PMI yang bekerja di luar negeri karena pendapatan yang diterima menjadi lebih besar ketika dikonversi ke rupiah.

Tambahan nilai kiriman uang tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga PMI, tetapi juga turut mendorong perputaran ekonomi di daerah. Uang yang dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan ikut menggerakkan pelaku usaha di lingkungan sekitar, mulai dari warung sembako, UMKM, hingga berbagai usaha lainnya sehingga turut menjaga perputaran ekonomi masyarakat di daerah. (Riyan/red).

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Prabowo Salurkan 220 Becak Listrik untuk Lansia di Indramayu

25 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Trending di Indramayu