Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Musim Kemarau, Sejumlah Warga di Indramayu Terpaksa Mandi dan Mencuci di Sungai Kotor

badge-check


					Musim Kemarau, Sejumlah Warga di Indramayu Terpaksa Mandi dan Mencuci di Sungai Kotor Perbesar

Seorang warga sedang mencuci pakaian dan anak-anak mandi di sungai di Blok Oyoran, Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (foto/red/IS).

 

Indramayu, Site – Musim kemarau yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir menyebabkan krisis air bersih di Blok Oyoran, Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kondisi tersebut memaksa warga memanfaatkan air sungai yang keruh, berlumut, dan dipenuhi sampah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur-sumur mereka mengering.

Pantauan di lokasi pada Jumat (10/7/2026), sejumlah warga tampak mandi dan mencuci pakaian di sungai. Sebagian lainnya mengambil air menggunakan ember untuk dibawa pulang dan digunakan sebagai kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga harus membeli air galon isi ulang seharga Rp5.000 per galon. Di sisi lain, penggunaan air sungai yang kotor dan berbau untuk kebutuhan sehari-hari menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengganggu kesehatan jika terus digunakan dalam jangka panjang.

Salah seorang warga, Maskiti, mengatakan, krisis air bersih hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Namun, pada musim kemarau kali ini, kondisi tersebut telah berlangsung hampir dua bulan sehingga warga tidak memiliki pilihan selain memanfaatkan air sungai meski kondisinya tidak layak.

“Setiap hari saya mandi di sini pagi dan sore. Selama musim kemarau air susah, air ledeng (PDAM) kadang keluar, kadang tidak. Jadi terpaksa mandi di sungai. Warga di sini juga banyak yang mandi dan mencuci di sini, termasuk anak-anak,” katanya.

Maskiti mengungkapkan, sebenarnya terdapat sumur di sekitar permukiman. Namun, airnya terasa asin, sulit digunakan karena sabun tidak berbusa, serta lokasinya cukup jauh sehingga menyulitkan warga untuk mengambil air.

“Ada sumur, tapi tidak tau kenapa kalau pakai sabun itu tidak berbusa, terus juga rasanya asin, selain itu juga jauh, saya nimbanya takut,” ungkapnya.

Maskiti berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung. (Riyan/red).

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Bukan Sekadar Karnaval, Sedekah Bumi Sudimampir Lor 2026 Menjadi Ruang Syukur, Silaturahmi dan Gotong Royong

26 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Trending di Desa