Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Nelayan Indramayu Desak Presiden Prabowo Turunkan Harga Solar Nonsubsidi

badge-check


					Nelayan Indramayu Desak Presiden Prabowo Turunkan Harga Solar Nonsubsidi Perbesar

Ratusan nelayan dan juragan yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP) menggelar aksi mimbar bebas di TPI Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (foto/red/IS).

 

Indramayu, Site – Ratusan nelayan dan juragan yang tergabung dalam Gerakan Nelayan Pantura (GNP) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi yang kini hampir menembus Rp30.000 per liter.

Desakan tersebut disampaikan dalam mimbar bebas nelayan Pantura yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (4/5/2026).

Ketua GNP, Kajidin, mengatakan lonjakan harga solar sangat memberatkan nelayan, khususnya pemilik kapal berukuran di atas 30 gross ton (GT), karena biaya operasional melaut meningkat tajam.

“Sudah hampir dua bulan nelayan tidak bisa bekerja karena harga solar tidak terjangkau. Kalau dipaksakan melaut, mereka akan rugi besar,” kata Kajidin.

Menurutnya, saat ini lebih dari 200 kapal berukuran besar di Pelabuhan Karangsong memilih tidak melaut akibat mahalnya harga solar industri. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan rendahnya harga jual ikan hasil tangkapan nelayan di pasaran, sehingga pendapatan nelayan tidak sebanding dengan biaya operasional.

Karena itu, lanjut Kajidin, pihaknya meminta pemerintah memberikan subsidi silang atau skema khusus untuk pemenuhan solar bagi kapal nelayan berukuran di atas 30 GT.

“Kami meminta ada solusi konkret dari pemerintah agar nelayan tetap bisa melaut dan bertahan hidup,” ujarnya.

Kajidin juga menyebut para nelayan dari berbagai wilayah Pantura Jawa telah sepakat untuk menemui Presiden Prabowo Subianto guna menyampaikan langsung aspirasi terkait kenaikan harga solar industri yang dipicu situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Kami sudah sepakat dengan nelayan se-Pantura Jawa untuk menemui Presiden terkait harga solar industri yang terus naik. Nelayan bisa mati kalau terus begini,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, ratusan juragan kapal, anak buah kapal (ABK), serta pengurus koperasi perikanan laut membacakan sejumlah tuntutan yang akan diajukan kepada Presiden, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Tuntutan para nelayan ini akan disampaikan kepada Presiden melalui Bupati Indramayu,” pungkas Kajidin. (Riyan/red).

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Prabowo Salurkan 220 Becak Listrik untuk Lansia di Indramayu

25 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Trending di Indramayu