Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Pertamina

Pertamina Drilling Libatkan Gen Z Indramayu Olah Sampah Jadi Cairan Anti Korosi

badge-check


					Pertamina Drilling Libatkan Gen Z Indramayu Olah Sampah Jadi Cairan Anti Korosi Perbesar

Peserta pelatihan dari Desa Kaplongan mengikuti praktik pengolahan limbah organik menjadi cairan anti korosi di mini laboratorium Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Mundu, Indramayu, Jawa Barat. (foto/red/IS).

 

Indramayu, Site – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melibatkan generasi muda Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam inovasi pengolahan limbah organik menjadi cairan pelapis logam anti korosi untuk kebutuhan industri migas.

Program yang lahir dari Forum Drilling Innovation Award 2025 itu menggandeng 11 Generasi Z (Gen Z) desa setempat untuk mengolah sampah sisa makanan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.

Limbah makanan sisa konsumsi kru rig pemboran seperti ayam, daging, dan ikan yang sebelumnya terbuang, kini diolah melalui proses kimia menjadi cairan coating anti korosi bernama SCFe-26.

Untuk mendukung pelatihan tersebut, Pertamina Drilling mengubah salah satu portacamp di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Mundu, Jawa Barat, menjadi mini laboratorium pengolahan limbah organik.

Assistant Manager Environment Pertamina Drilling, Maretha Dwi Villany mengatakan, pelatihan itu menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi industri energi.

“Sosialisasi dan pelatihan ini menjadi sarana edukasi alternatif dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat, khususnya untuk industri migas,” katanya, Senin (18/5/2026).

Pelatihan tahap awal dilaksanakan pada 16-17 Mei 2026 dengan melibatkan perangkat Desa Kaplongan dan menyasar generasi muda di sekitar wilayah operasi Pertamina Drilling serta fasilitas pelatihan IDTC Mundu.

Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kaplongan, Jumali menilai metode praktik langsung di mini laboratorium membuat peserta lebih memahami manfaat pengolahan limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai.

“Inovasi pelatihan ini berbeda karena peserta langsung praktik di mini lab. Ini membuat Gen Z tidak lagi menganggap remeh sampah sisa makanan,” terangnya.

QC Inspector Area 1 Pertamina Drilling, Mila Irva Sari menyampaikan, mayoritas peserta yang berasal dari lulusan SMA dan SMK non-kimia tetap mampu mengikuti pelatihan selama disiplin menjalankan prosedur yang diberikan.

“Asalkan mau belajar dan mengikuti prosedur, peserta tetap bisa. Apalagi ada monitoring dan evaluasi langsung dari tim HSSEQ,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Qodirun mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah limbah organik.

“Seru prakteknya, walau belum terbiasa dengan takaran cairan kimia dalam proses pembuatannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Communication Relation & CID PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Meddenia Ayu Wulandari Yuliastuti menuturkan, program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong inovasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” tuturnya.

Program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan.

Melalui program itu, limbah makanan yang sebelumnya terbuang kini dimanfaatkan menjadi cairan anti korosi sekaligus membuka keterampilan baru bagi generasi muda di sekitar wilayah operasi migas. (Riyan/red).

Baca Lainnya

Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu

6 November 2026 - 16:08 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional

5 November 2026 - 19:35 WIB

Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua

4 November 2026 - 15:10 WIB

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Trending di Indramayu