Surat pemberitahuan aksi dari Gabungan LSM ORMAS Indramayu. (foto/nopianto/IS)
Indramayu, Site – Suasana Kabupaten Indramayu diprediksi memanas pada Senin (19/1/2026). Ratusan massa dari gabungan LSM dan organisasi masyarakat (Ormas) dikabarkan akan turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuju Pendopo Bupati Indramayu.
Rencana aksi itu mencuat setelah sebuah surat berkop Gabungan Masyarakat LSM dan Ormas Bersatu Kabupaten Indramayu viral di media sosial.
Dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Kapolres Indramayu tersebut, massa dijadwalkan berkumpul di Sport Centre Indramayu sejak pukul 10.00 WIB, sebelum melakukan long march menuju Pendopo.
Aksi ini disebut sebagai respons atas pernyataan Salman, Staf Khusus Bupati Indramayu, yang viral di media sosial dan dinilai provokatif serta bermuatan rasis, sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami koalisi LSM-Ormas menyoroti kalimat Salman yang menyatakan dirinya ‘berdarah Madura’ dan ‘hanya patuh kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim’. Pernyataan itu kami nilai rasis dan multitafsir,” kata Asmawi Day, Koordinator Umum Aksi, Minggu (18/1/2026).
Menurut Asmawi, pernyataan tersebut telah melukai perasaan masyarakat lokal dan berpotensi merusak keharmonisan sosial di Indramayu.
Karena itu, salah satu tuntutan utama dalam aksi besok adalah mendesak agar Salman dipulangkan ke daerah asalnya.
“Ini bukan soal pribadi, tapi soal menjaga kondusivitas daerah. Kami ingin Indramayu tetap damai,” tegasnya.
Ia juga memastikan persiapan aksi telah dilakukan secara matang. Aksi akan dikawal oleh empat koordinator lapangan, yakni Budi, Kris, Tomi Susanto, dan Andry Prayitna.
“Kami akan membawa ratusan massa serta perlengkapan aksi seperti mobil komando, bendera, spanduk, dan pengeras suara,” jelas Asmawi.
Di akhir keterangannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila aksi tersebut mengganggu aktivitas dan kelancaran lalu lintas di sepanjang rute Sport Centre hingga Pendopo Kabupaten Indramayu.
“Kami mohon pengertian warga, karena ini bentuk aspirasi yang ingin kami sampaikan secara damai,” pungkasnya. (Nopianto/red)












