Bupati Indramayu Lucky Hakim usai meninjau bangunan yang ambruk di SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. (foto/red/IS).
Indramayu, Site – Ambruknya salah satu bangunan di SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, menjadi gambaran masih banyaknya sekolah rusak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang belum tertangani. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengaku pemerintah kabupaten belum mampu membiayai seluruh perbaikan sekolah sehingga meminta bantuan dan percepatan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Lucky Hakim saat meninjau langsung SDN 2 Tugu, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, bangunan yang ambruk sebelumnya telah dikosongkan karena pihak sekolah menilai kondisinya sudah membahayakan sehingga tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
“Hari ini saya meminta pertolongan kepada Menteri Pendidikan terkait pembangunan sekolah yang memang sudah sangat rawan ini. Kemarin ambruk, alhamdulillah pihak sekolah sudah punya insting bahwa bangunan ini akan roboh sehingga dipindahkan. Bahkan bulan lalu ruangan ini masih dipakai,” ujar Lucky.
Ia menegaskan, Pemkab Indramayu sebenarnya ingin segera merehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak. Namun, kemampuan anggaran daerah tidak mencukupi untuk menangani seluruh bangunan yang membutuhkan perbaikan.
“Seandainya kami di Indramayu punya uang, pasti kami revitalisasi dan renovasi. Tapi karena kami tidak ada anggarannya, maka kami memohon kepada Menteri agar sekolah-sekolah di Indramayu bisa mendapatkan bantuan revitalisasi,” tegasnya.
Lucky menjelaskan, anggaran APBD Indramayu semakin terbatas setelah adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp344 miliar. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai program layanan dasar, termasuk sektor pendidikan.
“Ada anggaran, tapi sedikit. Sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan jumlahnya sangat banyak. Pemotongan anggaran sekitar Rp344 miliar itu sangat besar bagi Indramayu. Anggaran itu sebenarnya bisa digunakan untuk layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” jelasnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah memperbaiki sejumlah sekolah sesuai kemampuan anggaran. Namun, masih banyak sekolah yang rusak sehingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Perlu sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Bantuan dari pusat juga merupakan hak masyarakat Indramayu untuk mendapatkan pelayanan pemerintah,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pendidikan Indramayu, pada 2026 pemerintah pusat telah mengalokasikan program revitalisasi untuk lebih dari 200 sekolah dasar di Kabupaten Indramayu, termasuk SDN 2 Tugu.
Lucky menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut, namun berharap proses pelaksanaannya dapat dipercepat. Menurutnya, percepatan revitalisasi penting untuk mencegah kejadian serupa di sekolah lain.
“Alhamdulillah pemerintah pusat sudah berkomitmen memberikan bantuan revitalisasi untuk lebih dari 200 SD, termasuk sekolah ini. Kami hanya memohon percepatannya karena kami khawatir masih ada sekolah lain yang sewaktu-waktu bisa ambruk,” pungkasnya. (Riyan/red).












