Menu ✖

Mode Gelap
Tuntaskan Penanaman dan Pemeliharaan 165 Ribu Mangrove, Project R&P Balongan Dorong Pemulihan Pesisir Indramayu Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Perkuat Sinergi PIS dan PTK, Jaga Distribusi Energi Nasional Dukung Cegah Stunting, Pertamina Balongan Berikan Pendampingan Gizi bagi Orang Tua Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

Indramayu

Sebulan Nganggur Akibat Cuaca Buruk, Dermaga Dadap Juntinyuat Sunyi dari Aktivitas Nelayan

badge-check


					Sebulan Nganggur Akibat Cuaca Buruk, Dermaga Dadap Juntinyuat Sunyi dari Aktivitas Nelayan Perbesar

Dermaga Pelabuhan Dadap tampak sunyi, dengan kapal nelayan hanya bersandar menunggu cuaca kembali bersahabat. (foto/rian/IS)

Indramayu, Site – Pagi itu, Pelabuhan Dadap di Kecamatan Juntinyuat tampak lebih sunyi dari biasanya.

Tidak ada hiruk pikuk nelayan menurunkan hasil tangkapan, tak terdengar tawar-menawar di dermaga.

Ratusan kapal nelayan hanya terdiam, berjajar rapi bersandar, seolah menunggu waktu yang tepat untuk kembali mengarungi laut.

Sudah hampir satu bulan terakhir, cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan Laut Jawa.

Kondisi ini memaksa nelayan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengurungkan niat melaut. Laut yang biasanya menjadi sumber penghidupan kini berubah menjadi ancaman keselamatan.

Pantauan di Pelabuhan Dadap, Kamis (15/1/2026), ratusan kapal nelayan terlihat tidak beroperasi.

Para nelayan memilih bertahan di darat, menimbang risiko yang terlalu besar jika memaksakan diri melaut.

Gelombang tinggi dan angin kencang membuat hasil tangkapan tak sebanding dengan biaya solar dan perbekalan yang harus dikeluarkan.

Kodori, nelayan asal Desa Dadap, mengaku sudah sekitar satu bulan menghentikan aktivitas melaut. Ia menyebut gelombang tinggi menjadi momok yang membuat nelayan enggan mengambil risiko.

“Dengan cuaca seperti ini kami tidak bisa kerja, kurang lebih sudah sekitar satu bulan. Cuacanya buruk, ombaknya besar. Kalau di tengah laut, tinggi gelombang bisa mencapai 2,5 meter sampai 3 meter. Jadi terpaksa kami sementara tidak melaut dulu,” ujar Kodori.

Hari-hari Kodori dan nelayan lainnya kini diisi dengan penantian. Tanpa melaut, mereka praktis kehilangan sumber penghasilan. Aktivitas yang tersisa hanya memperbaiki perahu, membereskan jaring, dan berharap cuaca segera bersahabat.

“Kalau tidak melaut, aktivitas nelayan di sini mayoritas nganggur, tidak ada kerjaan. Paling yang kita lakukan hanya membereskan perahu, bagian-bagian yang rusak diberesin sambil menunggu cuaca membaik,” katanya.

Sebagian nelayan memang mencoba tetap turun ke laut, namun hanya berani beroperasi di sekitar bibir pantai. Hasilnya pun jauh dari harapan.

“Hasil tangkapan juga tidak seberapa, bisa dikatakan hampir tidak ada,” tambah Kodori.

Dampak cuaca ekstrem tak hanya dirasakan nelayan, tetapi juga merembet ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dadap.

Aktivitas pelelangan tampak lengang. Minimnya kapal yang mendarat membuat pasokan ikan menurun drastis, transaksi pun nyaris tak terjadi seperti hari-hari normal.

Kini, para nelayan hanya bisa menggantungkan harapan pada perubahan cuaca. Mereka berharap angin mereda dan gelombang kembali bersahabat, agar layar-layar perahu bisa kembali terkembang dan roda ekonomi masyarakat pesisir Indramayu berputar seperti sediakala. (Rian/red)

Baca Lainnya

Rumah Mewah di Indramayu Dirampok, Pemilik Diduga Dibunuh, Emas Setengah Kilogram Raib

3 November 2026 - 18:20 WIB

Momen Humanis Kapolres Indramayu, Duduk di Aspal Bersama Mahasiswa Pendemo

30 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Perketat Pengawasan, Bulog Indramayu Monitoring 31 Kios Penyalur Beras SPHP

30 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kapal di Atas 60 GT Kesulitan Melaut, GNP Perjuangkan Perbaikan Muara Karangsong Indramayu

28 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Prabowo Salurkan 220 Becak Listrik untuk Lansia di Indramayu

25 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Trending di Indramayu