Kondisi tanggul di wilayah blok Surna Desa Jangga Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. (foto/nopianto/IS)
Indramayu, Site – Kekhawatiran warga kembali mencuat seiring datangnya musim penghujan.
Kondisi tanggul Sungai Cipanas II di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan dan dinilai kritis, memicu kecemasan masyarakat akan potensi banjir seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
Sungai Cipanas II yang memiliki lebar lebih dari 50 meter dan membentang sepanjang kurang lebih 20 kilometer ini mengalir dari Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi hingga Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.
Saat curah hujan meningkat, derasnya aliran air dinilai mempercepat terjadinya longsoran di sejumlah sisi tanggul.
Pantauan warga menunjukkan beberapa titik tanggul mulai menipis, terutama di area tikungan sungai yang rawan tergerus arus.
Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Salah seorang warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang, mengaku resah melihat kondisi tersebut.
Ia bahkan teringat peristiwa jebolnya tanggul Sungai Cipanas II pada tahun 2020 yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Kalau saya lihat di sekitar Blok Surna, dekat tikungan sungai, tanggulnya sudah tipis dan kelihatan kritis. Di Blok Jamban Butak Desa Santing juga kondisinya sama, ada longsoran,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, hampir sepanjang wilayah Kecamatan Losarang terdapat titik-titik tanggul yang patut diwaspadai.
“Kelihatannya banyak yang kritis. Ini perlu penanganan segera karena musim hujan sudah mulai memuncak,” tambahnya.
Sementara itu, pengamat pengairan Sungai Cipanas II, Erun, membenarkan adanya potensi kerusakan tanggul di sejumlah lokasi.
Namun demikian, ia memastikan bahwa untuk saat ini debit air Sungai Cipanas II masih berada dalam kondisi aman.
“Tanggul kritis itu pasti ada. Untuk jumlah pastinya memang belum terdata secara rinci, tetapi kondisi debit air Sungai Cipanas II saat ini masih aman,” ungkap Erun.
Sebagai informasi, pada tahun 2020 lalu tanggul Sungai Cipanas II sempat jebol dengan lebar kerusakan mencapai lebih dari 15 meter.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya enam desa di Kecamatan Losarang terendam banjir, menyebabkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah.
Belajar dari peristiwa pahit tersebut, warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera melakukan langkah antisipasi dan penanganan dini.
Mereka tidak ingin tragedi enam tahun silam kembali terulang, terlebih saat musim penghujan kini tengah menuju puncaknya. (Nopianto/red)







