Personel Tim SAR gabungan merapikan peralatan usai operasi pencarian tiga ABK KM Ratna Ningsih yang hilang di Perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (foto/red/IS).
Indramayu, Site – Kapal nelayan KM Ratna Ningsih berukuran 6 GT tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di Perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026) dini hari. Akibat insiden tersebut, tiga anak buah kapal (ABK) hilang, sementara sang nakhoda berhasil selamat.
Peristiwa naas itu bermula ketika KM Ratna Ningsih yang dinakhodai Warnita (62) bertolak dari Desa Majakerta sekitar pukul 04.00 WIB. Kapal tersebut menuju perairan Balongan di sekitar SPM 17.500 DWT dengan mengangkut tiga orang ABK serta muatan 11 drum oli yang akan dikirim ke sebuah kapal tanker.
Namun sekitar pukul 05.00 WIB, cuaca buruk disertai gelombang tinggi menghantam kapal di sekitar tiang konduktor yang berada sekitar tiga mil dari bibir Pantai Balongan. Hantaman gelombang membuat kapal hilang kendali hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.
Dalam kejadian tersebut, Warnita berhasil diselamatkan oleh personel TNI Angkatan Laut yang sedang bertugas di Island Berth ITB Balongan. Sementara tiga ABK lainnya, yakni Sarto (25), Ayo (28), dan Adnan (28), yang seluruhnya warga Desa Majakerta, hilang dan belum ditemukan.
Komandan Pos SAR Cirebon, Syarief, mengatakan operasi pencarian terhadap ketiga korban kini memasuki hari ketiga. Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan unsur Satpolair Polres Indramayu, KPLP, dan Lanal Cirebon.
“Hari ini masuk hari ketiga pencarian. Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan,” kata Syarief usai memimpin operasi pencarian terhadap ABK yang hilang, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Syarief, pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama luasnya area pencarian dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gelombang laut serta arus yang cukup kuat membuat proses penyisiran menjadi lebih sulit.
Selain itu, jumlah nelayan yang melaut juga berkurang setelah adanya imbauan dari Dinas Perikanan dan BMKG terkait cuaca buruk. Kondisi tersebut membuat informasi dari nelayan yang biasanya membantu pemantauan di laut menjadi terbatas.
L
Untuk memperkuat pencarian, tim SAR gabungan berencana memperluas area penyisiran ke wilayah Perairan Eretan. Langkah itu dilakukan berdasarkan analisis pergerakan arus melalui aplikasi SARMap milik Basarnas yang menunjukkan kemungkinan korban terbawa arus ke arah timur.
“Dari prediksi SARMap, kemungkinan pergerakan korban sudah mengarah ke wilayah Eretan. Karena itu besok kami akan berkoordinasi dengan Satpolair dan Lanal di Eretan untuk melaksanakan pencarian di wilayah tersebut,” ujar Syarief.
Selain memperluas area pencarian, tim SAR juga memperkuat koordinasi dengan unsur terkait guna mengoptimalkan penyisiran di jalur yang diperkirakan menjadi lintasan pergerakan korban. (Riyan/red).












